Laporan dari Madinah Al Munawwarah
Catat, Ingin Berkunjung ke Raudhah, Kawasan Masjid Nabawi Madinah Bekali dengan Barcode

Yayan Sofyan
Antrean Jamaah yang berkunjung ke Raudhah di Masjid Nabawi sekaligus ziarah ke Makam Rasulullah.
Laporan YAYAN SOFYAN
MADINAH, KejakimpolNews.com - Bagi umat Islam yang hendak menjalankan ibadah umrah dan ingin mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, pemerintah Arab Saudi kini menerapkan aturan yang harus diketahui jemaah.
Diketahui, di Masjid Nabawi terdapat "taman surga" yang disebut dengan Raudhah. Rasulullah SAW bersabda, "Di antara rumahku dan mimbarku terdapat Raudhah (taman) di antara taman-taman surga." (HR Bukhari)
Tempat ini tidak pernah sepi dari jemaah yang menjalankan solat dan berdoa karena ingin merasakan taman surga yang ada di dunia. Dalam buku Umrah karya Ahmad Alawiy disebutkan bahwa ketika berada di Raudhah, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT serta memohon ampunan dari-Nya.
Seperti pantauan Jumat, Sabtu dan Ahad (4-5/7/2026) para jemaah umroh dari penjuru dunia, termasuk Indonesia terus berduyun-duyun ke Masjid untuk melaksanakan solat fardu 5 waktu, solat sunat, berdoa, berzikir dan membaca Alquran di dalam masjid yang megah tersebut. Termasuk ke Raudhah, meski harus antre.
Selain itu terlihat para jemaah banyak yang mmbacakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan penuh harap agar mendapat syafaat dari beliau, karena mengunjungi Raudhah juga sekaligus dianggap sebagai ziarah ke makam Rasulullah SAW.
Dilansir dari sejumlah sumber, beberapa waktu lalu, memang sejak 2024, pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan aturan baru bagi jemaah umrah yang ingin berkunjung ke Ar-Raudhah Asy-Syarifah.
Kini, setiap pengunjung diwajibkan untuk mendapatkan izin elektronik sebelum memasuki area makam Rasulullah SAW. Hal ini bertujuan untuk menghindari kepadatan pengunjung dan menjaga ketertiban di sekitar makam Nabi SAW.
Untuk memudahkan proses perizinan, pemerintah Arab Saudi menyediakan aplikasi Nusuk. Aplikasi ini tidak hanya diperuntukkan sebagai izin masuk ke Raudhah tetapi juga memudahkan jemaah untuk umrah atau ziarah di Masjidil Haram.
Pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu di aplikasi Nusuk. Jika sudah, langkah selanjutnya adalah menerima pesan konfirmasi kunjungan. Pengunjung akan diingatkan melalui aplikasi Nusuk sehari sebelum jadwal kedatangannya ke Raudhah.
Setelah konfirmasi, barulah kemudian barcode dikeluarkan untuk nantinya menjadi syarat masuk ke Raudhah. Barcode hanya bisa digunakan sesuai dengan waktu yang tertera di aplikasi. Berkunjung ke Raudhah dengan Aplikasi Nusuk
Berikut alur lengkap untuk berkunjung ke Raudhah dengan aplikasi Nusuk:
1. Jemaah tiba di halaman Masjid Nabawi dan dipandu untuk melakukan tahap kunjungan masuk Raudhah
2. Sebelum tiba di Raudhah, pengunjung dapat memindah barcode di gerbang otomatis
3. Jemaah diminta kembali ke ruang tunggu dan bergabung bersama kelompok jemaah yang akan melakukan kunjungan
4. Jika gagal masuk melalui scan barcode karena izin masuk sudah tidak aktif, jemaah akan diminta kembali ke tempat yang sudah ditentukan
5. Setelah waktu berkunjung berakhir, jemaah akan diarahkan menuju pintu keluar yang telah ditentukan
Dengan aplikasi Nusuk, pemerintah Arab Saudi juga membolehkan jemaah berkunjung ke Raudhah secara berulang tanpa harus menunggu setahun sejak kunjungan terakhir. Izin kunjungan tersedia setiap 20 menit.
Cara Ajukan Izin Kunjungan ke Raudhah Lebih dari Satu Kali
1. Pastikan posisi jemaah dekat dengan Masjid Nabawi
2. Perbarui aplikasi Nusuk
3. Aktivasi fitur lokasi GPS di Nusuk saat pemesanan
4. Pesan lewat layanan jalur langsung atau "Immediate Path"
Wajib Tasrih
Untuk masuk ke area makam Nabi Muhammad SAW dan Raudhah di Masjid Nabawi, wajib memiliki izin (tasrih) digital berupa barcode (kode QR) yang dikeluarkan melalui aplikasi resmi Nusuk.
Berikut adalah panduan lengkap cara mendapatkan dan menggunakan barcode tersebut:Unduh Aplikasi: Unduh aplikasi Nusuk dari Google Play Store untuk pengguna Android atau Apple App Store untuk pengguna iPhone.Registrasi Akun: Pilih opsi New User dan kategori International Visitor. Masukkan nomor paspor, nomor visa, dan tanggal kedatangan Anda.
Pilih Jadwal: Pilih menu Praying in the Noble Rawdah. Pilih tanggal dan waktu kunjungan yang tersedia.Simpan Barcode: Setelah pendaftaran berhasil, barcode atau izin digital akan diterbitkan. Sangat disarankan untuk melakukan tangkapan layar (screenshot) dari barcode tersebut sebagai langkah antisipasi jika koneksi internet di lokasi sedang tidak stabil.
Verifikasi di Lokasi:
Tunjukkan barcode tersebut kepada petugas keamanan (dipindai di gerbang otomatis) bersamaan dengan paspor sebelum memasuki area Raudhah.Jika Anda ingin dibantu terkait persiapan ziarah Anda, silakan beri tahu saya:Apakah Anda sudah memiliki visa dan jadwal penerbangan ke tanah suci?Apakah Anda akan berangkat secara mandiri atau menggunakan agen ktravel?
Sementara itu, Ustaz Dede S Hidayat, pembimbing jemaah umrah dari agen travel PT Madinah Iman Wisata (MIW) Bandung yang jadi membimbing 44 jemaah umroh dari Kota Bandung dan sekitarnya untuk kesekian lalinya terkait pemberlakuan barcode ke Raudhah bagi jamaah umrah mengatakan, tak ada hambatan, apalagi masalah.
"Secara umum pemberlakuan barcode yang masuk masuk ke Raudhah lebih tertib. Bahkan selama ini aman aman aja," kata Ustaz Ude, sapaan Dede S Hidayat ketika ditemui di Hotel Hotel Anshor Golden Tulip, Madinah dimana 44 jemaah umroh bimbingannya meninap, Sabtu (4/6/2026) malam waktu Madinah
Didampingi Muhamad Amin sebagai mutowif bagi 44 jemaah yang diberangkatkan PT MIW Bandung dan sekitarnya ini, Ustaz Ude mengatakan, rencana perjalanan "Umroh Plus Thaif dan Badar 9H" ini mulai tanggal 2 Juli lalu.
"Tiga hari di Madinah dengan mengunjungi sejumlah tempat. Senin (6/6/2026) dilanjutkan ke Makkah dan sangat padat kegiatannya, "ungkap Ude
"Alhamdulillah lancar dan para jemaah sehat serta bahagia. Berharap saat di Makkah pun saat para jemaah beribadah, lancar sehat dan bahagia serta bisa kembali ke Indonesia. Sesuai jadwal, kembali ke Indonesia dengan penerbangan Jeddah-Doha-Jakarta, Sabtu (11/6/2026) mendatang.
Sementara itu, sejumlah jemaah umroh yang diberangkatkan oleh travel PT MIW ini mengatakan, di antara tempat yang menjadi magnet bagi jamaah untuk dikunjungi di Masjid Nabawi adalah Raudhah. Tempat ini berada di antara mimbar khutbah dan makam Nabi di bagian depan masjid. Tempat ini adalah tempat mustajabah untuk berdoa.
Menurut mereka. meski saat ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengatur dengan menggunakan pendaftaran online melalui sebuah aplikasi bernama Nusuk, namun tak ada masalah meski harus antre.
"Disinilah kita diuji kesabaran untuk antre masuk Raudhoh. Bayangkan para jemaah kan bukan hanya dari Indonesia, dari pelosok dunia yang tubuhnya tinggi kerap nyele atau memepet saat antre. Alhamdulillah aman, lancar dan bahagia," kata Junjunan jemaah umroh asal Bekasi. memperlihatkan barcode.
Memang saat akan masuk Raudhan harus mengikuti proses secara berkelompok bersama 50 atau 100.
Rombongan terlebih dahulu memasuki spot antrean khusus di gerbang nomor 360. Jamaah dari berbagai negara pun ikut berbaris membuat antrean dibatasi dengan pagar besi dan diawasi petugas.
Awalnya, para petugas yang menangani proses ini merupakan askar atau polisi Masjidil Haram. Namun saat ini sudah ditangani oleh pegawai masjid yang mengatur alur jamaah untuk masuk. Semua dicek dan dan dihitung satu persatu untuk di-scan barcode
Setelah itu, rombongan masuk dengan berbaris satu barisan ke spot tunggu di dalam serambi masjid sembari duduk di samping pintu 40 dan Babun Nisa, akses utama masuk Raudhah.
Sekitar 25-30 menit menunggu, sambil melakukan ibadah shalat sunnah, dzikir, dan membaca Al-Qur'an, akhirnya rombongan masuk Raudhah.
Di dalam Raudhah, jamaah hanya diberi waktu kisaran sekitar 15 menit. Tapi jika kebetulan beruntung pada waktu solat berjamaah, waktu bisa lebih lama sembari ikut shalat jamaah di Raudhah
Banyak juga jamaah yang mengabadikan momentum langka tersebut dengan berfoto dan video. Setelah waktu habis, para askar memberikan perintah
Setelah keluar, banyak jamaah yang melanjutkan aktivitas ibadahnya memasuki lorong untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Mereka harus menyusuri sekat-sekat yang menghantarkan mereka ke pintu utama untuk ziarah yakni pintu Babussalam.
"Subhanallah, meski Masjid Nabawi sangat luas, tak pernah sepi jemaah datang dari berbagai negara,"ungkap Ny. Lilis (50) seorang jemaah umroh dari Garut.
Lilis mengakui jika beberapa tahun lalu umrah, Masjid Nabawi kini lebih keren, nyaman dan sejuk serta bikin betah untuk beribadah. Masjid Nabawi kini sangat keren, kata Lilis, di pelataran masjid kini terpasang puluhan payung raksasa, dengan ornamen dan lampu masjid yang indah serta kubah yang bisa bergeser.
"Termasuk para jemaah bisa minum air zam zam gratis di galon yang berjejer di dalam masjid. Bahkan para jemaah bisa pula mengambil dengan membawa bekas botol air mineral atau tempat lain," pungkas Lilis**