Unggahan "8 Jam Belum Dapat Ruangan" Viral Berujung Penonaktifkan Perawat RSUD Cicalengka

Yayan Sofyan
RSUD Cicalengka, Kab. Bandung
CICALENGKA, KejakimpolNews.com -- RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung hingga saat ini jadi sorotan publik menyusul viralnya seorang pasien BPJS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Minggu (9/8/2026), sebuah komentar di media sosial akhirnya menyeret nama RSUD Cicalengka.
Bukan karena sisi pelayanan di rumah sakit tersebut kepada pasien yang bersangkutan, namu karena komentar seorang parawat terhadap unggahan pasien pengguna BPJS Kesehatan yang mengeluhkan lamanya menunggu ruang rawat inap.
Awal persoalan ketika Yusrizal, seorang pasien mengunggah keluhannya di media sosial. Yusrizal mengaku telah menunggu berjam-jam tanpa memperoleh kamar perawatan.
“Sudah 8 jam belum dapat ruangan. Tidak mau spill RS nya, soalnya gue pakai BPJS,” tulis Yurizal dalam unggahannya.
Unggahan tersebut kemudian tersebar luas dan menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Rumah sakit yang disebut Yurizal dalam keluhan itu bukan RSUD Cicalengka.
Namun, situasi berubah setelah salah seorang perawat RSUD Cicalengka menuliskan komentar bernada negatif terhadap unggaha Yurizal tersebut. Komentar itu dinilai publik tidak menunjukkan empati terhadap pasien yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Sorotan semakin tajam setelah beredar informasi dari seseorang yang mengaku sebagai kerabat bahwa pasien tersebut telah meninggal dunia. Kabar itu membuat warganet kembali mengungkit komentar pegawai RSUD Cicalengka tersebut.
Di tengah derasnya kritik, manajemen RSUD Cicalengka memastikan telah mengambil tindakan terhadap pegawai yang bersangkutan.
Perawat RSUD Cicalengka itu cibir pasien BPJS "Tidur di Kamar Mandi saja".
Terkait persoalan tersebut, pihak RSUD Cicalengka akhirnya turun tangan. Nieke Adelia Marlina, perawat yang mencibir pasien BPJS dalam komentarnya dinonaktifkan. Keputusan ini diambil setelah komentar perawat tersebut di media sosial terkait pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan, viral dan menuai kecaman publik.
Berdasarkan informasi, persoalan ini barawal dari unggahan akun Threads @yurizaltrich. Rabu, 22 Juli 2026. Dalam utas tersebut, pemilik akun mengeluhkan sulitnya mendapatkan ruang perawatan di sebuah rumah sakit meski telah menunggu selama 8 jam.
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah sejumlah tenaga kesehatan (nakes) memberikan respons yang dinilai tidak berempati dan mengarah pada perundungan.
Nieke Adelia Marlina, yang perawat di RSUD Cicalengka, diketahui ikut berkomentar pada Jumat, 24 Juli 2026. Komentarnya memicu kemarahan netizen karena dianggap menghina kondisi pasien.
"Kalau kamar nya penuh, kamu mau tidur di kamar mandi mau?," tulis akun Threads @nieke_marlina dalam kolom komentar tersebut.
Merespons aduan masyarakat, tim RSUD Cicalengka langsung melakukan investigasi internal pada Kamis, 6 Agustus 2026. Tak lama berselang, Nieke mengunggah video permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Cicalengka, Yani Sumpena Muchtar, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan investigasi begitu menerima informasi tersebut.
Saat ini, kata Yani, Nieke telah dinonaktifkan sementara dari bagian pelayanan untuk menjalani proses pembinaan dan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak rumah sakit juga melaporkan kasus ini ke BKPSDM.
"Intinya dia (Nieke) jangan dulu ada layanan sampai kita lapor. Kita sudah lapor ke BKPSDM. Kita dinonaktifkan dulu dari pelayanan dulu. Bagaimana pun kita harus asas praduga tak bersalah," ujarnya.
"Kita lihat dulu nanti, 'kan harus ada proses administrasi terlebih dahulu. Untuk sementara, kita nonaktifkan Nieke sampai proses penyelidikan hasilnya bagaimana," pungkas Yani.**
Editor: Yayan Sofyan
