Perjalanan Hidup Presiden Pertama RI (4)
Bu Inggit: Tidak Benar, Mustahil Itu Mah!

Foto : Istimewa
Bung Karno dan Bu Inggit Garnasih di pembuangan.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
SAYA pernah terkaget-kaget dan kebingungan selama berbulan-bulan. Begini yang Jadi soal.
Awal tahun 1980 saya membaca tulisan wartawan senior bahkan sering dijuluki bagawan jurnalistik yakni H. Rosihan Anwar.
Ia yang oleh penulis (Esaiis) Mshbub Djunaidi dipanggil Al Ustaz mengungkap sebuah misteri atau rahasia yang selama ini tertutup rapat.
Yakni dengan adanya kabar dan rumor surat permohonan maaf yang diajukan Ir Soekarno kepada Jaksa Agung Hindia Belanda. Surat Itu dibuat sampai 4 kali selama sebulan ketika Bung Karno berada di penjara Sukamiskin usai dipindah dari penjara Banceuy yang dijalaninya selama 10 bulan dari 3 tahun vonis Landraad atau pengadilan kolonial di Bandung.
Masih kata Al Ustaz H Rosihan Anwar, sangat mungkin Bung Karno resah dan takut setelah beredar isu dia akan dibuang ke Boven Digul Irian Barat (Papua).
Saya dan mungkin banyak orang yen sempat mebaca tulisan H Rosihan Anwar Itu menjadi bingung.
Ada situasi yang kontraversi. Di satu pihak merasa tidak percaya, masa seorang orator ulung, singa podium dan pemimpin perjuangan cengeng, meminta maaf segala.
Al Ustaz H Rosihan Anwar pun membandingkan Bung Karno dengan Bung Hatta. Harta Itu katanya lebih konsekwen, dia tak mau kompromi dengan penjajah. H.Rosihan Anwar ibaratkan Hatta itu kristal sedang Sukarno cuma peuyeum yang yang plenya-plenye.
Tulisan Al Ustaz ini membuat saya justru makin bingung. Saya tahu, H. Rosihan Anwar Itu seorang wartawan yang telah malang melintang di dunia jurnalistik. Ia beberapa kali ke luar negeri dan sempat mewawancarai beberapa tokoh dunia seperti:
- HO Chi Min, pemimpin revolusi dan presiden pertama Vietnam Utara. Lalu
- Jawaharlal Nehru Perdana Menteri pertama India.
- Syah Reza Pahlevi, Raja Iran.
- Mohammad Ali, legenda tinju Amerika dan dunia.
- Josip Broz Tito Presiden Yugoslavia
- Charli Chaplin, komedian dunia
- Sutan Syahril Perdana Menteri Indonesia yang sedang brobat di Zurich Swiss
- dll.
Alhamdulillah kebingungan dsn rasa penasaran itu berkurang setelah saya membaca tulisan Mahbub Djunaidi pada tanggal 5 Oktober 1990 di koran yang sama, harian Kompas.
Rupanya Bang Mahbub yang sama-sama penasaran sempat pergi ke Bsndung dan mewawancarai ibu Inggit Garnasih di rumahnya Jalan Ciateul nomor 8 Bandung
Setelah membaca uraian Mahbub soal tulisan Al Ustadz H Rosihan Anwar Itu, perempuan berusia 94 tahun (saat diwawancara) itu langsung menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Tidak benar itu, mustahil. Itu mah bukan sikap bagi si Kus!".
Kus itu singkatan dari Kusno panggilan sayang ibu Inggit kepada Bung Karno. Bu Inggit pun melanjutkan obrolannya.
"Saya ini belasan-tahun menjadi istri dan mendampinginya dalam pembuangan selama 7 tahun mulai dari Ende Flores sampai Bengkulu. Di tempat pembuangan Itu kami selalu gembira karena disambut baik oleh penduduk setempat. Saya tahu persis perilakukanya, si Kus itu tak pernah mengeluh tentang pembuangan. Ketika mau berangkat dia cuma bilang, Nggit saya mau dibuang ke Ende Flores apa Ngdit mau ikut?. Spontan saya jawab mau. Dan saya dampingi dia selama 7 tahun.," tutur Bu Inggit
Di akhir tulisan Itu Mshbub mengaku plong setelah mendengar uraian perrmpuan tua yang ternyata masih cerdas. Mshbub juga memgaku bisa melupakan cerita Al Ustaz H. Rosihan Anwar.pun demikian dengan saya.**