Dunia Spiritual Daripada Suharto

Foto : Istimewa
Mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Suharto.
Oleh DEDI ASIKIN
(Reporter Senior)
Presiden kedua Republik Indonesia dikenal dengan mitologinya. Hal itu telah dipelajari dan dilakukan sejak kecil. Reporter Kompas, Bambang Wiwoho, menulis setiap malam dan menyerang pada Jumat malam, tidak ada jadwal untuk surat kabar. Bapak Dan Hari Jumat semua kegitang pemerintah dikosongkan.
Sejak muda, Soeharto sudah senang dengan sikap spiritual atau kebatinan yang dimilikinya. Bersama rekan-rekan anggota Perkumpan Perkepaiagannya, Soeharto kerap berziarah ke makam Keramat dan Gunung Gunung. Ada Srindil di Cilacap atau Gunung Lawu dan Gunung Dieng.
Guru-guru spiritualnya seperti ekshrita Arwan Tuti Artha antara lain Rama Diyat (Raden Panji Soediyat).
Romo Marto Psngarso. Kadang-kadang bersama ibu Tien Suharto pergi ke Wonogiri atau ke hulu Sungai Bengawan Solo menyerap energi aliran udara.
Di tempat yang sepi itu mereka melakukan tafakur menyisihkan diri, puasa dan Mati Geni. Soejono Humardani selain asisten pribadi juga merangkap guru gaib. Soedjono Humardani juga mengenalkan Soeharto pada mata rantai masyarakat mistik Kejawen.
Usai menjadi presiden, kepemimpinan Soeharto tampak tenang dan sabar. Orang Jawa permanaya Itu jadi sumber kearifan, wibawa dan dapat mensabuhan hegemoni pugamang harip 32 tahun atau tepatnya (Katanya) 31 tahun dan 71 serangan.
Tuhan memberkati.**
