H.Sahroni Pensiunan Bank BJB Terkubur Bersama Anak Menantu dan Dua Cucunya, Diduga Dibunuh Perampok

Foto: Kolase/Istimewa
H.Sahroni berfoto bersama anak menantu dan dua cucunya semasa masih hidup (kiri atas), warga sekitar menyemut di rumah korban (kiri bawah), polisi tengah melakukan pemeriksaan (kanan).
INDRAMAYU, KejakimpolNews.com - Warga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (1/9/2025) gempar, menyusul ditemukannya jasad H.Sahroni pensiunan Bank BJB terkubur bersama anak mantu dan dua cucunya di halaman belakang rumahnya.
Para korban terdiri dari seorang lansia (H.Sahroni), dua dewasa suami istri, dua anak kecil satu di antaranya bayi 7 bulan. Kelima orang itu terkubur dalam satu lubang di halaman rumah, tepatnya di bawah pohon nangka.
Tak pelak lagi, penemuan ini membuat heboh, tetangga sekitarnya tumplek mendekati rumah yang terbilang cukup mewah ini, mereka kaget sebab ada dugaan kelimanya terkubur lebih dari beberapa hari, karena katanya jasad kelimanya sudah agak membusuk.
Dugaan sementara kelima orang ini korban pembunuhan, karena di dalam rumah ada beberapa percikan darah, namun polisi termasuk Inafis dari Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan mengevakuasi kelima jasad tersebut Ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.
Kelima korban adalah pemilik rumah, Haji Sahroni (75), yang dikenal sebagai pensiunan Bank BJB, kemudian anak dan menantu serta dua cucunya, Inilah nama-nama korban selengkapnya:
1.H. Sahroni (75), pensiunan.
2.Budi (45), anak H. Sahroni
3.Euis (40), menantu/istri Budi
4.Ratu (6), anak Budi dan Euis
5.Bela (3), anak Budi dan Euis
Menurut keterangan, terungkapnya tragedi ini berawal dari kekhawatiran Titin (50), keponakan almarhum, yang tak bisa menghubungi keluarga Sahroni sejak Sabtu (30/8/2025).
Titin kemudian meminta bantuan tetangga, Ema (45), dan seorang tukang bangunan. Mereka mencongkel pintu yang terkunci dan mereka juga kaget menemukan gundukan tanah mencurigakan di belakang rumah belakang pohon nangka.
Kemudian gundukan tanah itu digali. Mereka kaget ketika tampak ada bagian kaki manusia. Penggalian tidak diteruskan, selenjutnya mereka melapor kejadian ini ke polisi.
Kapolsek Indramayu, AKP Indrie Hapsari, bersama Tim Inafis Polres Indramayu, segera mendatangi lokasi. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) selama berjam-jam, polisi menemukan kondisi rumah dalam keadaan berantakan dengan bercak darah berceceran di beberapa titik.
Tetangga sekitarnya juga kaget dengan penemuan ini, bahkan di antaranya ada yang curiga karena di sekitarnya kerap mencium bau yang menyengat yang bersumber dari dalam rumah, apalagi dalam beberapa hari ini penghuni rumah tak pernah kelihatan.
Tetangga yang menyaksikan penggalian mengatakan, kelima korban diduga korban pembunuhan, motifnya diduga perampokan, atau mungkin dugaan lainnya sehingga pelaku gelap mata dia membantai semua penghuni tanpa kecuali.
Hingga Selasa (02/09/2025) siang ini, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan Polres Indramayu. Namun, warga menduga kuat pembunuhan satu keluarga di Indramayu ini dilatarbelakangi motif perampokan.
Belum ada keterangan resmi dari polisi setempat terkait kejadian ini. Kelima jasad hingga kini sedang diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu untuk mengetahui penyebab kematiannya.**
Author: Sonni Hadi
Editor: Sonni Hadi
