Bendera Bajak Laut, Bahasa politik Rakyat Terpinggirkan

Foto : Istimewa
Bendera One Piece marak dikibarkan di berbagai tempat.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
MENGIBARKAN bendera bajak laut sejatinya dipahami sebagai protes sosial yang dibungkus dalam imajinasi ala rakyat kecil.
Dalam narasi yang lain, saya membaca berkibarnya bendera kecil itu bisa jadi sebagai ekspresi kekecewaan penduduk negeri ini yang tak bisa lagi dijelaskan dengan bahasa formal negara.
Jangan Disangkal
Tak elok kalau politisi lantas menuduh berkibarnya bendera anime semata-mata sebagai "tidak nasionalisme".
Bahkan lebih tak elok lagi melempar sangkaan ada dalang yang memecah persatuan dan kesatuan negeri ini, yang pada gilirannya diancam akan "ditertibkan".
Bahasa Politik
Anime telah menjadi bahasa politik di Indonesia era Prabowo. Tokoh fiksi menjadi kanal paling jujur dari ekspresi sosial kalangan akar rumput yang tak berdaya melawan kekuatan kolektif politisi di Jakarta.
Bahkan Monkey D. Luffy dari cerita itu ditafsirkan sebagai antitesis dari elite politik Indonesia. Ia tidak pernah bermimpi menjadi penguasa. Tapi hanya ingin mengalahkan tirani.
Penggemar Anime
Data dari YouGov tahun 2022 menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat konsumsi anime tertinggi di dunia.
Lebih dari 60% pengguna internet berusia 18-34 tahun menonton anime secara rutin. One Piece, Attack on Titan, dan Naruto sebagai tiga besar tontonan yang paling digemari.
Hal ini diperkuat oleh laporan dari Pop Culture Survey Southeast Asia 2023 yang mencatat bahwa 74% responden Indonesia mengakses konten Jepang minimal seminggu sekali, baik dalam bentuk anime, manga, maupun musik J-Pop.**
