Hentikan MBG!

Foto : Istimewa
Sejumlah ekonom memberi satan, hentikan MBG.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
PRESIDEN Prabowo Subianto bisa dipastikan dalam keadaan panik. Setidaknya terjebak dilema antara menunda Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Sebab, menaikan BBM ternyata tidak sepenuhnya menurunkan tensi kegawatan perekonomian. Malah secara signifikan memicu tekanan ekonomi baru. Dan, tidak bisa menekan pelemahan nilai tukar rupiah.
Hentikan atau stop saja MBG!
Menurut para ekonom penundaan bahkan menghentikan MBG sebagai keputusan politik yang lebih sejalan dengan teori ekonomi untuk menyelamatkan kas negara.
Langkah ini juga lebih rasional ketimbang harus menambah utang baru. Juga memberikan sinyal positif ke pasar valuta asing dan pasar saham.
Meniadakan MBG juga bisa memberikan kepastian bagi pelaku pasar, dan secara perlahan tapi pasti bisa membantu memulihkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar. Demi Citra Politik.
Rupanya saran para ekonom tidak sepenuhnya "didengar" presiden. Mungkin demi citra dan janji politik, istana pun memilih MBG. Bahkan, KPM pun berlanjut meski kedua program prioritas preisden ini menguras APBN.**