Mau Bebas Korupsi?, Bergurulah ke Denmark!

Ilustrasi
Ilustrasi antikorupsi
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
DENMARK telah beulang kali dirilis organisasi swasta global sebagai negara paling minim korupsi di dunia. Lembaga peneliti ini hadir di lebih dari 180 negara di dunia termasuk Indonesia.
Secara teknis PBB tidak ada urusan dan tidak mencampuri pekerjaan yang dil;akukan organisasi swasta internasional tersebut yang indeopenden. Namun PBB lebih cenderung menyetujui semua rilis mereka.
Sejak tahun 1954 Denmarkdan seterusnya, hampir setiap tahun dinyatakan sebagai negara terbebas dari rasuah. Indek Persepsi Korupsi IPK (Corruption Perception Index/CPI) tahun 2024 berada pada tingkat 89/100.
Kadang prestasi Itu bergantian dengan Finlandia dsn Singapura. Tapi Denmark lebih dominan. Denmark dengan ibu kotanya Kovenhagen berbentuk monarki konstitusional yang didampingi demokrasi parlementer.
Kepala negara dipegang seorang raja atau ratu, tapi hanya bersifat simbolis saja. Kekuasaan pemerintahan dipegang dan dijalankan oleh Perdana Menteri yang memimpin Kabinet. Perdana menteri ditunjuk raja atau ratu setelah mendapat persetujuan dari para pemimpin partai politik untuk masa jabatan empat tahun.
Ratu Denmark saat ini adalah Ratu Mary. Ia menjadi permaisuri setelah suaminya, Raja Frederik X, naik takhta pada 14 Januari 2024 menggantikan ibunya, Ratu Margrethe II.
ratiu Margrethe II inilah yang mendeklarasikan moto negara yang berbunyi "The help of God and the love of people is strength of Denmark (Pertolongan Tuhan dan cinta rakyat adalah kekuatan Denmark). Dalam bahasa Denmark berbunyi. Gud hjaselp folket kaerling hed. (Pertolongan Tuhan dan cinta rakyat adalah kekuatan Denmark).
Moto yang dideklarasikan oratu Margrethe II ini hingga kini tetap dipegang bangsa Denmark. Dari beberapa literatur diketahui kiat Denmark sukses membendung korupsi prinsip dasarnya adalah transparansi.
Keterbukaan informasi publik sungguh-sungguh merupakan akses publik untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.
Keadilan hukum ekonomi dan sosial juga dipegang teguh oleh pemerintah. Yang ketahuan korupsi akan dihukum berat tanpa pilih bulu. Karena Itu tumbuh kepuasan dan kepercayaan rakyat. Kepercayaan itulah yang menjadi kekuatan Denmark. Nyaris tidak ada rakyat yang kesulitan makanan. Lalu lahir pula adagium atau semboyan Denmark bahagia.
Silakan kalau Indonesia mau begitu. Cari ilmu tak usah ke negeri China. Bisa juga petgi ke Denmark di belahan Skandinavia sana.**