Taufik Hidayat, Psikopat Atau Sosiopat?

Ilustrasi
Ilustrasi psikopat
Oleh RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
HINGGA saat ini belum ada hasil pemeriksaan resmi dari psikolog forensik kepolisian yang menyatakan bahwa Taufik Hidayat (32) -- pelaku kasus penyekapan dan penyiksaan Yuvita Tri Rezeki (29) -- di Bandung itu seorang psikopat atau sosiopat.
Serupa Tapi tak Sama
Psikopat dan sosiopat itu tak persis sama. Meski perilaku menyimpang itu dikatagorikan. sebagai Antisocial Personality Disorder (ASPD).
Antisocial Personality Disorder (ASPD) adalah gangguan pola perilaku yang dicirikan miskin empati, tidak peduli dan tidak merasa bersalah.
Bawaannya juga impulsif dan agresif. Mudah meledak-ledak emosinya. Bahkan bisa membabi buta menyerang dan melukai hingga mematikan siapa saja yang tidak disukainya.
Psikopat atau Sosiopat?
Pribadi psikopat itu bawaan lahir terkait kelainan struktur otak, khususnya area yang mengatur emosi dan rasa takut.
Itu sebabnya, penderita psikopat sekilas tidak menunjukan kelainan. Bahkan dirinya juga merasa normal. Sangat pandai berbaur dan terlihat menawan (charming) dalam pergaulan sosial.
Jika ia melakukan kejahatan lazim direncanakan dengan sangat rapi, detail, dan jarang meninggalkan jejak.
Dan, layaknya pengidap ASPD, ia menganggap kejahatan yang dilakukannya dianggap wajar. Tak peduli dengan hukum apapun.
Sedangkan gangguan psikologis para penderita sosiopat merupakan hasil bentukan pergaulan sosial, terutama trauma masa kecil didalam keluarga akibat pola asuh yang buruk.
Dalam studi psikologi, pribadi yang mengidap sosiopat cenderung impulsif, gugup, dan sangat reaktif secara emosional. Jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, bisa marah besar dan meledak-ledak.
Dibawa kendali sadarnya, ia cenderung melakukan tindakan agresif secara spontan. Selain merusak dan menyakiti tanpa perasaan bersalah, juga menyandera hingga membunuh.
Seorang sosiopat biasanya tahu kalau perbuatannya salah, namun dorongan ego atau emosi jauh lebih kuat ketimbang kesadarannya.**