Hujah Kyai Mempertahankan Eksistensi Pondok Pesantren

foto

Foto : Istimewa

Pondok pesantren tak hanya mendidik dan mengajar santri tapi juga bertani sayur mayur.

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

HUJAH itu bahasa Sunda yang bermakna niat upaya dan tekad melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian atau kehidupan. Dikaitkan dengan kyai, hujah Itu dimaksud kan upaya kiyai sebagai pemimpin pondok agar pesantren tetap hidup atau eksis.

Dan karena hujah itu selain banyak pondok pesantren yang sudah mulai kehilangan dan kekurangan santri, namun ada pula pondok pesantren yang hidup mandiri tanpa uluran tangan orang, dan juga tanpa kehadiran negara.

Darunnajah di Cibinong Kabupaten Bogor misalnya Pondok pesantren ini memiliki lahan tanah seluas 70 hektare yang merupakan wakaf dari pendirinya K.H. Abdul Muhayar

Tanah itu dikelola menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Hasilnya digunakan untuk menunjang kehidupan pondok yang (tahun 2015) memiliki 700 orang santri.

Kemudian Pondok Pesantren Putri Salafiyah II di Cicantayan Kabupaten Sukabumi, aktivitasnya mengembalikan perikanan ikan koi . Menurut pemimpin pondok pesantren K.H. Sihabudin, mulanya ditanam 16 kg benih. Kini setiap panen memperoleh 100 kg. Sangat bermanfaat untuk mengurangi kekurangan biaya operasional pondok

Lalu di Ciranjang Cianjur ada pula Pondok Pesantren Salafiyah Almusri, Pondok ini memiliki lahan sawah seluas 4 hektare yang ditanami padi. Bisnis pondok dengan koperasi pondok pesantren (Kopontren). Pondok pesantren inipun memiliki kambing dan sapi yang tiap pagi susunya diperah. Kopontren juga mengembangkan usaha bat merah dsn percetakan.

Di Pondok Pesantren Al Itifaq Ciburial Desa Alam Endah Kabupaten Bandung dikembangkan tanaman sayur mayur yang dipasok ke belakang berbagai super market di Bandung dan Jakarta. Kiyai Fuad Affandi pemimpin pondok sering bercanda, pondok tu menganut aliran "tarekat sayuriyah".

Pondok pesantren Al Mudawammah di Karawang mengembangkan usaha perikanan lele yang dipasok ke beberapa pasar tradisional di Jakarta.

Yang kami lihat dalam kondisi sekarang ini ada pondok beberapa pondok pesantren di bawah pimpinan kyai, mengembangkan dwi fungsi pondok pesantren mengajarkan dan menyebarkan Ilmu (Islam).**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kasus Kedung Ombo, Ada Informasi dan Komunikasi yang Tersumbat
Laduni-Nya Gus Dur
Bansos Sang Primadona
Jatuh Bangun Majalah Tempo Kena Bredel Daripada Soeharto
Sarwo Edhi Wibowo, Pejuang yang Terbuang