Laduni-Nya Gus Dur

Sketsa/Pinterest
Gus Dur
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
GUS Dur di kalangan pesantrenan dianggap sosok yang diyakini memiliki ilmu laduni. Keyakinan ini terpatri karena lompatan berpikirnya Gus Dur visioner. Bahkan kemampuan intuisi tajam. Prediksinya terbukti.
Mungkin masih ingat, bagaimana ucapan Gus Dur terbukti akurat. Sekedar contoh, ia meramal Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi bakal menjadi Presiden. Bahkan prediksi dirinya sendiri bakal menjadi Presiden.
Demikian pula ramalan tentang Prabowo yang akhirnya menjadi presiden setelah berulangkali kalah. Gus Dur berguyon; "Pak Prabowo nanti jadi presiden nek wes tuwek".
Klarifikasi Gus Dur
Menariknya, Gus Dur sendiri secara tegas menolak kalau dirinya memiliki ilmu laduni. Ia membantah dan mengatakan: "Laduni apa? Mataku sampai rusak begini karena membaca, kok dibilang laduni."
Klarifikasi Gus Dur selain menegaskan bahwa kejeniusan Gus Dur adalah hasil dari mujahadah yaitu kesungguhan belajar yang luar biasa. Bukan turun begitu saja dari langit.
Juga klarifikasi itu untuk menegaskan bentuk tawadhu yakni sikap rendah hati khas seorang kiai. Dalam tradisi tasawuf, seseorang yang memiliki karomah dilarang memamerkan dan mengaku memilikinya.
Setajam Ensiklopedia
Sejak muda, Gus Dur seorang kutu buku. Ia sangat rakus membaca literatur keilmuan dalam bahasa Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman.
Ia melahap berbagai literatur, mulai dari kitab kuning klasik, filsafat Barat, sastra Rusia, hingga teori-teori sosial modern.
Beralasan kalau pengetahuannya sangat lengkap. Kemampuan analisisnya pun tajam sehingga daya ingatnya setajam ensiklopedia.
Bahkan Gus Dur mampu mengingat detail-detail kecil dari buku yang dibacanya, kutipan tokoh, hingga skor pertandingan sepak bola dunia.
Dengan kata lain Gus Dur sebenarnya tipe yang memiliki kombinasi ilmu laduni sekaligus kejeniusan intelektual jika merujuk pada konsep sosiolog Antonio Gramsci (1891-1937),**