Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia, Organisasi Apakah Itu?

Foto : Istimewa
Hj,Ana Gardinasari (kiri) dan pelantikan pengurus IKWI Provinsi Jawa Barat.
Oleh DEDI ASIKIN
(Reporter Senior)
SAMBIL menyampaikan salam kepada Ibu Hj. Anna Gardinasari yang baru saja terpilih menjadi pengurus Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031.
Yang bersangkutan kini menduduki jabatan Wakil Ketua IKWI Prov.Jabar menggarap bidang yang menentukan yakni ekonomi dan kesejahteraan, sedangkan Ketuanya adalah Ibu.Nuryati.
Saya mencoba menceritakan tentang IKWI Provinsi Jawa Barat sejauh yang saya ketahui.
Usul dan saran pembentukan organisasi Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) di Jawa Barat dimulai pada tahun 1979 dalam Konferensi Regional PWI Provinsi Jawa Barat di Pangandaran yang saat itu masih termasuk Kabupaten Ciamis.
Pembentukan IKWI itu dirasa penting. Sebab sangat erat kaitannya dengan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang menghimpun para istri wartawan, wartawati, serta istri karyawan dan karyawati yang bekerja di perusahaan pers.
Organisasi ini berada dalam naungan serta bermitra erat dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Anggotanya terdiri dari istri wartawan, wartawati (wartawan wanita), serta istri dan karyawati di lingkungan media/perusahaan pers.
Mengingat IKWI begitu penting, dan di Jawa Barat belum terbentuk, maka dalam sesi pandangan umum saat konferensi regional itulah muncul usul dan desakan agar PWI Provinsi Jawa Barat memelopori pendirian IKWI Provinsi Jawa Barat.
Tahun 1980 dalam rapat kerja Koordinator PWI Priangan tersebut, saya mengundang beberapa orang yang terdiri dari beberapa orang perempuan yakni yang berprofesi wartawan dan wartawati dan istri-istri wartawan asal Jawa Barat. Di antaranya, Ibu (istri) Krisna Harahap, Ibu Us Tiarsa, Ibu.Hana Rohana dan kalau tidak salah ibu Endah Hamzah Ibrahim
Pertemuan berlangsung di gedung SMPN 5 Sumedang yang terletak di Cimalaka, 5 km arah Sumedang-Cirebon.
Kepala SMP Negeri Cimalaka adalah Emawan Sugiana (almarhum). Yang bersangkutan kebetulan sekali merupakan wartawan Harian Gala wilayah Sumedang dan juga selaku Ketua PWI Kabupaten Sumedang. Emawan Sugiana adalah kakak kandung Cepi Rahmansyah (almarhum) dan juga wartawan Harian Gala di Bandung.
Kami para wartawan mengadakan pertemuan di gedung tingkat atas, di situ juga ada rapat pra-pembentukan IKWI, mereka berada di ruangan yang berbeda. Ternyata saat itulah mereka rupanya memulai mendeklarasikan IKWI Provinsi Jawa Barat.
Seingat saya yang jadi ketuanya waktu itu adalah Ny. Dini Krisna Harahap. Sedikit berbeda dengan yang terjadi di IKWI Pusat dan beberapa daerah lainnya. Seolah menjadi hal baku, Ketua IKWI adalah ex officio yakni langsung dijabat oleh istri Ketua PWI, tapi hal itu tidak berlaku dengan IKWI Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, saya tidak mengikuti perkembangan IKWI, baik di pusat maupun di Jawa Barat. Posisinya sebagai koordinator PWI Priangan berakhir pada tahun 1983. Kemudian saya terjebak dalam tugas sebagai salah satu editor Harian Mandala.
Sekali lagi, selamat dan sukses untuk Ibu Hj. Anna Gardinasari.**