Tersesat Mental "Kepiting Dalam Ember"

foto

Ilustrasi

Ilustrasi kepiting dalam ember.

Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)

IRI dengan pencapaian orang lain, bahkan sulit ikut merasa senang keberhasilan orang lain lazim disebut Mental Kepiting (crab mentality).

Seseorang dengan mental negatif alih-alih ikut merayakan dan mendorong justru merendahkan dan menghambat, jika perlu menjatuhkan pencapaian tersebut.

Kepiting Dalam Ember

Istilah mental kepiting usut punya usut berasal dari metafora sekelompok kepiting di dalam sebuah ember yang berusaha memanjat dinding ember, tapi oleh kepiting lain ditarik kembali ke bawah agar tak satupun kepiting bisa ke luar dari dalam ember.

Perilaku Sosial Tak Sehat

Dalam studi perilaku sosial, mentalitas kepiting ini sering dideskripsikan dalam Teori Perbandingan Sosial (Social Comparison Theory).

Ketika melihat orang lain dalam lingkaran terdekatnya sukses, ia merasa nilai dirinya "turun".

Alih-alih ikut memotivasi diri untuk naik, ia malah menarik orang sukses itu kembali ke level bawah.

Dalam studi psikologi analisisnya serupa. Mental tidak sehat itu berasal dari rasa Iri dan Kedengkian (Envy and Malice) yang muncul melihat keberhasilan orang lain.

Dalam pikiran dan perasaannya berkelindan rasa takut tertinggal (fear of missing out/being left behind) yang kemudian memicu tindakan sabotase agar tidak ada yang berhasil yang melampaui dirinya.

Mentalitas Kelangkaan

Dua studi itu bermuara pada apa yang dipopulerkan sebagai Mentalitas Kelangkaan (Scarcity Mindset).

Seseorang dengan mentalitas ini percaya bahwa kesuksesan di dunia ini sangat terbatas. Ia berpikir jika orang lain sukses, maka porsi kesuksesan untuk dirinya sudah habis.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Haji Politik
Bung Karno: Liberalisme dan Neoliberalisme itu Kolonialisme dan Imperialisme Gaya Baru
Hati-Hati! Jangan Asal Rekam dan Posting Orang Lain, Pahami Aturan Pelindungan Data Pribadi
Nusron Memang Wahid
Menakar Minat Baca Bangsa Indonesia