Jadi Rindu Pemimpin "Tangan Besi"

Foto; iStock
Ilustrasi pemimpin "tangan besi"
Catatan RIDHAZIA"
(Wartawan Senior)
NEGARA dengan pemimpin yang otoriter salah satu dikursus penting dalam ilmu berpolitik. Dan, tak selalu buruk. Malah lebih baik jika mampu menghadirkan stabilitas ekonomi dan keamanan negara.
Ketimbang pemimpin di negara demokrasi yang abal-abal, yang demokrasinya cuma "polesan" dan lebih sering terjebak idealisme tak terukur, sering konflik politik tanpa henti tanpa membawa perubahan berati bagi rakyatnya.
Meski pemimpin "tangan besi" yang dirindukan itu dibayar mahal dengan imbalan hilangnya sebagian kebebasan. Bahkan risiko pelanggaran hak asasi manusia.
Pemimpin otoriter dimaksud yaitu pemimpin yang diberi keleluasaan mengambil keputusan cepat dan stabilitas keamanan. Kebijakan publiknya dapat dieksekusi dan dijalankan dengan cepat tanpa perdebatan politik yang terlalu panjang di parlemen.
Melumpuhkan Demokrasi Formalitas
Pemimpin otoriter menjadi alternatif pilihan ketika demokrasi hanya menjadi kosmetik dan formalitas tanpa substansi hukum yang adil, rasional dan terukur.
Ketimbang berpura-pura berdemokrasi nyatanya mengecewakan sehingga memunculkan kerinduan terhadap sosok pemimpin yang "tangan besi" namun tegas. Tentu saja tidak korup.**