PJU Mati, Tumpukan Sampah, Motor Lawan Arus, PKL dan Pasar Tumpah Hiasi Jalan Bandung-Garut

foto

Yayan Sofyan

Jalan Bandung-Garut gelap gulita dan motor lawan arus (atas) dan terminal liar serta vandalisme di kolong jembatan Tol Cisumdawu, termasuk PKL di kawasan PT Kahatek (bawah)

RANCAEKEK, KejakimpolNews.com -- Ruas Jalan Raya Bandung-Garut yang masuk wilayah Kabupaten Bandung dan Sumedang kembali menjadi sorotan.

Hal ini semakin terasa, sejak dari wilayah Cileunyi, Cipacing, Rancaekek, Cimanggung hingga Parakanmuncang, ruas yang padat ini, sudah lama dihiasi motor melawan arus, tumpukan sampah, bangunan liar (bangli) pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah.

Kesemerawutan di ruas jalan ini diperparah dengan keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) banyak yang mati alias tak berfungsi. Akibatnya, jika malam jalanan gelap gulita.

"Kondisi memprihatinkan ini sudah lama, namun belum ada upaya untuk menertibkan dan penataan baik PKL, bangli atau motor lawan arus di ruas jalan ini. Termasuk keberadaan lampu PJU banyak yang dibiarkan mati," kata Saeful (54), warga Cileunyi, Jumat (25/9/2026).

Menurut dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Jatinangor ini, sejak dari kawasan Lingkar Cileunyi (kolong jembatan Tol Cisamdawu) hingga Parakanmuncang, baik di wilayah Kabupaten Sumedang atau pun Bandung kesemrautan masih dibiarkan.

"Bukan rahasia lagi sejak kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu kini jadi terminal liar, bangli marak, sampah dan vandalisme dibiarkan. Begitu juga dari Cileunyi, Cipacing, Rancaekek dan Parakanmuncang dihiasi bangli dan PKL di trotoar hingga badan jalan," ungkap Saeful.

Ditambah lagi, kata Saeful maraknya motor lawan arus dari dua arah, baik dari arah Cileunyi ke Parakanmuncang atau pun sebaliknya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jumat (25/9/2026), memamg sejak Cileunyi-Cipacing-Rancaekek hingga Parakanmuncang banyak berjejer bangli berdiri di trotoar jalan baik di wilayah Kabupaten Bandung atau pun Sumedang.

Sementara keberadaan PKL dan pasar tumpah di trotoar hingga menyita badan di antaranya di sekitar PT Kahatex dan kompleks Djarum Super. Hal ini membuat kumuh dan kerap jadi sumber kemacetan.Termasuk tumpukan sampah di sejumlah titik.

Sedangkan maraknya sepeda motor yang paling mengkhawatirkan di kawasan Cipacing, Rancaekek dan Cimanggung (Parakamuncang). Para pemotor lawan arus ini di dua arah. Mereka lawan arus rupanya jalan pintas untuk mengurangi jarak tempuh yang enggan melewati putaran jalan. Hal ini mengundang kerawanan kecelakaan.

Kesemrawutan ruas Jalan Bandung-Garut ini ditambah dengan banyaknya lampu PJU yang mati alias tak berfungsi sehingga jika malam jalanan gelap gulita. Belum lagi di Jalan By Pass Cicalengka pun sama, PJU banyak yang mati.

Berdasarkan catatan, banyaknya lampu PJU mati baik di Jalan Raya Bandung-Garut ataupun di By Pass Cicalengka pada malam hari kerap terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Lakalantas tersebut, selain menabrak kendaraan yang tengah parkir di bahu jalan, ada juga yang menyuruduk kendaraan di depannya karena jalan gelap gulita.

Dari sekian lakalantas ini, telah memakan korban luka dan jiwa. Namun hingga saat ini, Jalan Bandung-Garut dan By Pass Cicalengka jika malam hari masih gelap gulita akibat lampu PJU dibiarkan mati.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
KuninganAman Dari Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
Tabung Gas Elpiji 12 Kg Meledak di Dapur SPPG Tasikmalaya, 3 Relawan Luka Bakar
Breaking News! Lahan Samping Tol Cisumdawu Terbakar Hebat, Asap Pekat Halangi Jalur Lalu Lintas
Truk Boks Kontra Kontainer Tabrakan Keras di Turunan Nagreg, 1 Luka
Hadapi Potensi Gempa Dahsyat Sesar Lembang, BPBD Kota Bandung Adakan Simulasi Evakuasi Mandiri