Hadirkan 150 Pelaku Kejahatan Polda Jabar Musnahkan Ribuan Botol Miras, Knalpot Brong dan Narkoba

Yayan Sofyan
Sebanyak 150 tersangka berbagai tindak pidana dihadirkan di Mapolda Jabar (atas), sebagian diwawancara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri bawah) dan barang bukti kejahatan dimusnahkan dengan stoomwalls (kanan bawah).
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Polda Jabar dan jajarannya musnahkan 25 ribu minuman keras (miras), 9 ribu knalpot brong atau tak sesuai spesfikasi dan narkoba di halaman Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan pemusnahan barang bukti yang disaksikan Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini, dihadirkan juga 150 tersangka berbagai jenis pelaku kejahatan dan 1.016 sepeda motor hasil curian.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto mengatakan, penanganan berbagai persoalan keamanan dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, Satpol PP dan seluruh elemen masyarakat.
"Ini menginginkan ada penguatan kolaborasi, dimana kami dibantu semua elemen yang ada di Jabar, ada rekan-rekan TNI, pemerintah daerah yang dikoordinasikan oleh Bapak Gubernur langsung,"kata Pipit.
Dalam pengungkapan kejahatan jalanan, Polda Jabar bersama jajaran berhasil mengungkap 352 kasus dengan 413 pelaku. Polisi juga mengamankan 1.016 kendaraan roda dua, 12 kendaraan roda empat, tiga pucuk senjata api serta ratusan senjata tajam.
Selain itu, Polda Jabar melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika, psikotropika, obat keras tertentu dan minuman keras.
Barang bukti yang diamankan terdiri dari 1.718 gram sabu, 2 gram ganja, 612 butir ekstasi, 618,86 gram tembakau sintetis, 822 butir psikotropika, sekitar 2,72 juta butir obat keras tertentu dan sekitar 25 ribu botol minuman keras.
Untuk perkara narkotika, polisi menangani 80 kasus dengan 95 tersangka. Sedangkan kasus obat keras tertentu mencapai 115 kasus dengan 128 tersangka.
Pipit menyebut penindakan tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 3,1 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika dan obat keras tertentu. Nilai barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari Rp20 miliar.
Dalam penanganan keresahan akibat knalpot tidak sesuai standar, sebanyak 9.124 knalpot non-standar telah diamankan melalui penindakan maupun pendekatan persuasif.
Sebagian masyarakat juga menyerahkan knalpot secara sukarela untuk diganti dengan knalpot standar.
"Ini ditujukan untuk mengurangi sumber keresahan serta menghadirkan Jawa Barat yang lebih nyaman, lebih aman dan lebih tertib," kata Pipit.
Perkuat Patroli Dalogis
Untuk mengantisipasi kejahatan jalanan seperti premanisme, begal dan curanmor, Polda Jabar akan memperkuat patroli dialogis serta menyiapkan tim unit reaksi cepat gabungan yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, Satpol PP dan unsur lainnya.
Tim tersebut akan menyasar kawasan permukiman, lokasi rawan, jam rawan serta pusat kegiatan masyarakat.
"Tidak ada kata berhenti, jalan terus," tegasnya.
Polda Jabar juga akan memberikan pelayanan pengawalan pulang malam gratis bagi masyarakat yang merasa khawatir ketika harus pulang seorang diri.
Selain penegakan hukum, Polda Jabar mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan melalui siskamling dan pemasangan CCTV di titik-titik rawan.
Pipit meminta CCTV yang terpasang benar-benar berfungsi dan memiliki rekaman yang dapat digunakan untuk mendukung penyelidikan ketika terjadi tindak pidana.
"Jadi CCTV-nya juga tidak boleh bohong-bohongan, harus benar-benar dicek dan ada rekamannya," ujarnya.
Polda Jabar juga meminta jajaran kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah daerah jika menemukan wilayah yang minim penerangan.
Polda Jabar turut menyoroti keterlibatan remaja dalam berbagai tindak kejahatan. Berdasarkan kajian terhadap para pelaku yang ditangani, kelompok usia remaja disebut mendominasi.
Untuk itu, Polda Jabar akan meluncurkan program "Orang Tua/Wali Memanggil" bersama Forkopimda.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepedulian orang tua terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengarah pada tindak kejahatan.
"Setiap malam orang tuanya ikut bertanggung jawab, mengendalikan dan peduli kepada anak-anak remajanya untuk kembali ke rumah, untuk belajar, tidak nongkrong sampai pagi karena besoknya mau sekolah," tutur Pipit.
Ia menegaskan pencegahan kejahatan remaja membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari orang tua, guru, pemerintah, tokoh agama, tokoh pemuda hingga lingkungan masyarakat.
Polda Jabar berharap penguatan penegakan hukum, patroli, edukasi dan kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan Jawa Barat yang semakin aman, nyaman dan tertib.
Yang diamankan 1.016 kendaraan roda dua, kemudian 12 kendaraan roda empat.
1.718,43 gram sabu, kemudian 2.917 gram ganja, 602 butir ekstasi, 618,86 gram tembakau sintetis, 822 butir psikotropika, 2,72 juta butir obat keras tertentu.
Sementara itu, Gubernur KDM seusai pemusnahan puluhan ribu botol miras, ribuan knalpot brong dan narkoba mewawancarai sejumlah tersangka seperti begal, curanmor dan perampokan.
KDM menemui sejumlah tersangka, selain menanyakan asal dari mana dan kejahatan apa yang telah dilakukan, juga menanyakan motif melakukan kejahatan.**
Editor: Yayan Sofyan
