Ketum POBSI Jabar, Rudi YB Kadarisman
Jelang Porprov XV Jabar, POBSI Siap Gelar Babak Kualifikasi Biliar Oktober 2025 di Kota Bandung

Foto: Whyr
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Barat, Ir. Rudi YB Kadarisman.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com – Babak kualifikasi cabang olah raga biliar Porprov Jawa Barat Ke XV 2025 dipastikan akan digelar di Kota Bandung, Oktober 2025 mendatang.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Barat, Ir. Rudi YB Kadarisman saat dikonfirmasi menjelaskan, pelaksanaan BK (Babak Kualifikasi) Porprov XV 2025 Cabang Olaharaga (Cabor) biliar di Kota Bandung sudah ditetapkan Oktober, hanya tiggal menetapkan tanggal pelaksanaannya saja.
Mengenai venue cabor biliar BK Porprov akan dipusatkan di rumah biliar Kota Bandung yaitu, “Breakshot” jalan Wastukancana No. 55, Babakan Ciamis Kecamatan Sumur Bandung,” ucap Rudi, Kamis 19Juni 2025.
Sementara itu, Porprov ke XV akan dilaksanakan di Kota Bekasi pada tahun 2026 mendatang. Kali Kota Bekasi sebagai tuan rumah. Adapun cabor BK nanti sebanyak 22 nomor akan dipertandingkan.
“Awalnya adalah 21 nomor dan ditambah satu nomor lagi oleh KONI Jabar. Jadi sekarang udah putus sebanyak 22 nomor yang akan dipertandingkan di BK Porprov atau pun Porprov,” ucapnya.
Ihwal anggaran yang diberikan KONI Jabar terkait efisiensi, Rudi menegaskan tidak ada masalah.
Seperti pada pelaksanaan BK lalu anggaran KONI Jabar yang tidak mencukupi atas dasar efisiensi, tentunya kami mengikuti dan harus patuh. Tidak ada masalah, pokonya yang terpenting, BK itu terlaksana dengan baik dan lancar.
"Soal anggaran tidak ada masalah terhadap anggaran yang diberikan KONI Jawa Barat. . Pengprov POBSI Jabar harus menyesuaikan dan secara optimal dan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pelaksanaan BK,” kata Rudi.
Peserta Porprov dipastikan 25 sampai 26 Pengurus Cabang (Pengcab) POBSI Se-Jawa Barat akan ikut ambil bagian dalam BK Porprov.
“Tapi bisa jadi peserta 27 Pengcab. Karena ada nomor-nomor yunior yang dipastikan mereka tidak ikut BK, tapi saya minta ke Pengcab Kota dan Kabupaten untuk mereka ikuti,” saran Rudi.
Nomor yang diikuti yunior bertujuan untuk menciptakan regenerasi atlet muda potensial.
“Khususnya sebagai persiapan materi atlet berkualitas di PON mendatang di NTT-NTB tahun 2028,” tutup Rudi.**
Author: Whyr
Editor: Maman Suparman