Ibu Tien Wangsit Keprabon Daripada Pak Harto

Foto : Istimewa
Pak Harto dan Ibu Tien.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
TAK banyak orang bisa menerima wangsit sebagaimana Suharto. Barangkali hanya jalan keberuntungan, laku spiritual dan tirakat wangsit Itu datang jua padanya. Salah satu yang tidak bisa ditolak adalah Letnan Kolonel Suharto menikahi Tien Suhartinah pada 26 Desember 1947.
Kalau saja sang komandan brigade itu tidak menikahi gadis keturunan Raja Mangkunegaran, mungkin saja nasib Suharto akan lain ceritanya. Setelah menjadi istrinya, Tien juga yang mengawal karir Suharto. Sangat mungkin dia sudah keluar dari tentara ketika dicopot jabatannya sebagai Pangdam Diponegoro. Ibu Tienlah yang mencegahnya.
Buktinya sebagai suami nyonya Tien Suhartinah, Suharto akhirnya menjadi Presiden kedua Republik Indonesia (RI), sebuah negara terbesar di Asia Tenggara dengan penduduk 120 jutaan pada saat dilantik pada tahun 1966.
"Saya tidak pernah bercita-cita menjadi presiden," katanya suatu ketika.
Memang saat itu tidak ada yang berani menggantikan Bung Karno. Sukarno itu tak tergantikan kata Suharto dan demikian pula Jendral Abdul Haris Nasution kepada Ali Murtopo.
Pun demikian mantan Wakil Presiden RI Mohammad Hatta. Selain tidak berani menggantikan Bung Karno, kepada Ali Murtopo (1974) Hatta juga mengaku sudah terlalu tua.
Jadi, kalau bukan perkara wangsit memang tidak mudah menjadi presiden yang kursinya cuma satu diperebutkan 120 juta orang. Kalau bukan karena wangsit belum tentu Suharto menjadi orang terkenal pada masanya, menjadi penguasa negeri ini selama lebih dari 30 tahun.
Ong Hok Ham dalam bukunya "Dari priyayi sampai Nyi Blorong (2002) menyebut perempuan yang akrab dipanggil Ibu Tien keturunan raja ini memiliki pusaka paling keramat. Daripada wangsit itu berasal.
Ketika Sukarno membubuhkan tanda tangan pada Surat Perintah 11 Maret 1966 (Super Semar), Suharto tidak menyaksikan langsung. Ia sedang sakit di rumahnya Jln. K.H. Agus Salim. Begitu juga pada rapat kabinet pagi harinya.
Apa yang dilakukan oleh Suharto? Menunggu wangsit sambil melakukan strategi. Suharto juga puasa tirakat.
Benarkah? Tidak ada satupun yang tahu kecuali dia dan wallahualam. Allah yang Mahatahu. Yang pasti dia dilantik menjadi presiden kedua RI menggantikan Bung Karno. Artinya Suharto adalah manusia pilihan yang terkena kunfayakun.
Kalau kita percaya persoalan wangsit, maka ketika Super Semar Itu ditandatangani oleh Presiden Soekarno saat itulah wangsit itu jatuh. Itu garis nasib seseorang yang tak mudah meraihnya. Bagi kebanyakan orang Jawa yang cenderung percaya mistis, percayajuga bahwa Suharto telah menerima wangsit keprabon.**
