Represi Politik Itu...

foto

Ilustrasi

Tekanan politik pemerintah, ilustrasi

Catatan: Ridhazia
(Wartawan Senior)

PEMBEKUAN rekening bank atasnama organisasi gerakan sipil atas permintaan aparat penegak hukum keniscayaan ada represi politik.

Setidaknya, pemblokiran itu sebagai pembatasan ancaman kebebasan. Suatu represi dan intimidasi untul menciptakan perasaan takut.

Padahal layaknya di negeri yang mengibarkan bendera nasionalisme yang demokratis, tindakan sepihak aparat keamanan tidak membuat publik lebih takut lagi bersuara kritis.

Malah ruang untuk untuk berunjukrasa semakin meluas dan melebar. Tidak bisa dikubur atau dilarung ke tengah lautan.

Tak ada rezim yang kuat yang bisa menahan arus gerakan sipil di negara manapun. Itu fakta sejarah. Tak ada rezim sekuat yang tidak tumbang dan berhenti di tengah jalan.

Catatan: Ridhazia (Wartawan Senior)

Hitungan yang paling sederhana, jika kemarahan memuncak, dan rakyat tumpah ruah berunjuk rasa di jalanan, tidak ada kekuatan polisi dan militer yang menandingi jumlahnya.

Tidak Ada Rezim Kuat

Pernyataan bahwa "tak ada rezim represif yang lebih kuat dari rakyat" merupakan prinsip dasar dalam filsafat politik.

Hampir seluruh teori yang bisa dipelajari di kampus tentang kedaulatan rakyat (popular sovereignty) seperti dikemukakan teoritisi politik John Locke dan Jean-Jacques Rousseau bahwa penguasa dibentuk untuk kontrak sosial dengan rakyatnya.

Jika rezim bertindak semena-mena dan represif kepada rakyatnya kontrak tersebut batal dan rakyat berhak mencabut mandat.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Teks Proklamasi Dikemas Dini Hari
Badai Dahsyat Dibalik Mundurnya Daripada Soeharto
Megawati di Antara Intrik dan Licik Politik
Merdeka Ala Mang Becak
Drama Rengasdengklok, Penculikan Atau Pengamanan?