Isu Penculikan Jenderal LB Moerdani

Foto : Istimewa
Leonardus Benjamin Moerdani atay Benny Moerdani mantan Panglima ABRI.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
DULU di masa Orde Baru (Orba), ada isu katanya Leonardus Benjamin Moerdani (LB Moerdani) atau Benny Moerdani akan diculik. Isu Itu tidak beredar luas. Terbatas hanya di lingkungan petinggi ABRI saja.
Bermula dari keheranan Mayor Luhut Binsar Panjaitan. Pada tanggal 13 Maret 1983 Komandan Detasemen Khusus Anti Teror (Den 81-Kopashanda) -- sekarang Kopassus, melihat pasukannya dalam siaga tempur.
Luhut bertanya kepada Asisten Operasi, dia mendapat jawaban katanya ada perintah dari Kapten Prabowo Subianto, Wakil Komandan Detasemen 81 untuk melakukan penculikan Letnan Jenderal Leonardo Beny Moerdani (LB Moerdani) dan beberapa perwira tinggi lainnya, di antaranya Letjen Sudharmono, Marsekal Madya Ginanjar Kartasasmita dan Letjen Murdiono.
Luhut segera mencari Kapten Prabowo Subianto. Begitu bertemu Luhut langsung bertanya.
"Ada apa Ini Wo, pasukan disuruh siaga tempur?".
"Keadaan bahaya bang. Jendral Moerdani mau coup d 'tat Presiden Soeharto," jawab Prabowo.
"Di densus Anti Teror tidak boleh ada matahari kembar. Saya yang bertanggung jawab. Kamu tidak boleh melakukan apa-apa tanpa setahu dan seizin saya. Lagian mana faktanya. Setiap kali kita ke Asintel ABRI tidak ada tanda-tanda Itu. Aman aman saja," kata Luhut.
"Radio kita saja sudah disadap Jendral Benny (Moerdani). Indikasinya menurut data intelijen Jendral Benny sudah lo menjadi membeli senjata," jawab Prabowo.
Menurut Luhut pembelian senjata Itu memang benar, tapi Itu merupakan senjata dagangan untuk dijual kepada Pakistan yang selanjutnya akan dikirim kepada pejuang muzahidin Afganistan melawan Uni Soviet.
Luhut lalu menghubungi Kolonel Sintong Panjaitan Komandan Grup 3 Kopashanda di Kariango Sulawesi Selatan.
Setelah mendengar laporan Luhut, Sintong mengatakan bahwa kasus Prsbowo itu mirip kasus Letnan Kolonel Untung, Komandan Detasemen Kehormatan Resimen Tjakrabirawa. Untung terkecoh laporan intelijen yang menyebut ada Dewan Jendral yang akan mrng- coup d 'tat presiden Sukarno pada hari ABRI 5 Oktober 1965
Akibat malinfo Itu Untung. dengan dukungan PKI bergerak mendahului. Tanggal 1 Oktober dini hari mereka menculik tujuh perwira tinggi dan seorang perwira pertama. Setelah dibunuh jenazah korban dicemplungkan ke dalam sumur tua di Lubang Buaya. Gerakan itu kita kenal dengan sebutan G30S PKI. Selanjuitnya Letkol Untung membentuk Dewan Revolusi dan mengklaim sebagai ketuanya.
Atas saran Sintong, Luhut mengajak Prabowo menghadap pejabat Danjen Kopasaus Brigadir Jenderal Jasmin. Jasmin resminya wakil Komandan Jenderal Kopassus tapi Danjen Kopassus Mayjen Yogie SM sudah dilantik menjadi Pangdam Siliwangi merangkap sebagai Pangkowilhan 2, namun belum menyerahkan jabatan sebagai Danjen Kopassus.
Brigjen Jasmin tidak percaya cerita Prabowo Subianto, tapi Wakil Densus Anti Teror Itu marah, lalu berdiri dan menunjuk-nunjuk muka Brigjen Jasmin. Luhut lalu menarik tangan Prabowo, karena dianggap tidak sopan dan melanggar disiplin militer.
Prabowo menggerutu, "Something wrong with him".
Waktu mau keluar Jasmin berbisik kepada Luhut, " Hut pastikan pasukanmu tetap berada di kesatuan. Jangan ada seorsngpun yang keluar".
"Siap jendral!"
"Awasi terus Prsbowo, sedang stres berat kelihatannya,".
"Siap!: jawab Luhut yang lulusan AMN tahun 1980
Karena penasaran Luhut sempat menemui Prof Soemitro Djojohadikoesoema ayahanda Prabowo. Luhut bilang, Kapten Prabowo Subianto akan diberi cuti selama 2 minggu. Luhut juga tak lupa bilang bahwa sepertinya sang kapten sedang stres. Mungkin karena faktor pekerjaan yang kurang nyaman. Pak Mitro memahami dan mendukung langkah Mayor Luhut.
Kemudian Luhut mengajak Prabowo menemui Menhankam Panglima ABRI Jendral M Yusuf di jalan Medan Merdeka Barat no 13-14 Jakarta Pusat.
Ketika mendengar uraian Prabowo, Jenderal Yusuf sampai memukul kan tangan kanan ke paha kanan.
"Masa segitunya Beni".komentarnya pendek.
"Sekarang kalian pulang ke kesatuan. Jaga situasi dan kondisi. Nanti saya akan berkunjung ke rumah Danjen Kopassus di Cijantung. Kita ketemu disana," kata Jenderal M. Yusuf.
Dan benar, seminggu kemudian Jendral Yusuf berkunjung ke rumah Danjen Kopasaus Yogie SM didampingi oleh Letjen Seno Haryono dan Letjen Sanif.
Setelah mendengar paparan Prabowo lalu pendapat Luhut Jasmin dan Sintong, Jenderal Yusuf sebagai Menhankam Panglima ABRI berkesimpulan tidak ada isu kudeta yang akan dilakukan LB Moerdani.
"Kalau begitu kita anggap selesai dsn jangan diperpanjang lagi itu soal,: kata Jenderal M. Jusuf.
Seminggu kemudian Luhut dipanggil Letjen LB Moerdani yang Asisten Intelijen dan Satuan Intel Strategis (Satelstrat).
' Bagaimana kamu Hut?," sapanya ketika Luhut masuk dan memberi hormat sempurna.
"Siap, Alhamdulillah Jendral," jawab Luhut.
"Lalu bagaimana pertemuan dengan Menhankam Panglima ABRI di Cijantung Minggu lalu," kata LB Moerdani.
Rupanya Benny Moerdani sudah tahu isu kudeta dan pertemuan dengan Menhankam Panglima ABRI Jendral M Jusuf di Cijantung.
"Siap sudah selesai Jendral!".
:Sukur kalau begitu,: gumam Jendral Bennyi.
Jadi kudeta LB Murdani Itu memang cuma isu, Mitos bukan fakta.
Sejak peristiwa itu hubungan Luhut dengan Prsbowo menjadi renggang. Lagian Prabowo sendiri keburu lepas baret merah. Ia dipindahkan dari Kopassus ke Kostrad menjadi Wakil komandan batalyon infanteri 328 Kujang 1 di Bandung.
Soal jorjoran Prsbowo mau nyulik LB Moerdani dengan dalih xounterr coup d 'tat, Sintong memperkirakan Prsbowo ingin berbuat jasa kepada calon mertuanya Dia saat Itu sudah bertunangan dengan Siti Hediati Heriyadi (Titiek Soeharto) tanggal 3 Maret 1983 dan baru menikah tanggal 15 Mei 1985.**