Ketika Sang Filsuf Merapat ke Istana

Foto : Istimewa
Rocky Gerung
CatataN RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
PENDEKATAN politik akomodatif yang dijalankan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dinilai semakin kuat dan inklusif.
Hal itu terlihat jelas ketika Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah tokoh sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jumat (2/10/2026).
Ada Rocky Gerung
Politik akomodasi yang inklusif ketika anggota Wantimpres yang dilantik ada nama Rocky Gerung. Dan, publik bertanya, bagaimana mungkin sang filsuf sekaligus pengamat politik yang kerap "berseberangan " bisa merapat ke Istana.
Rocky Gerung dikenal luas sebagai seorang akademisi, pengamat politik, dan pengajar filsafat di UI Jakarta kerap mengkritik kebijakan serta jalannya kekuasaan.
Ia sering memosisikan diri sebagai pihak di luar lingkaran kekuasaan yang mengontrol nalar publik melalui kritik tajam.
Kali ini, terkait posisinya di Wantimpres, Rocky Gerung menegaskan bahwa jabatan tersebut tidak serta-merta menghilangkan sikap kritisnya, melainkan menjalankan fungsi memberikan pertimbangan dan koreksi kebijakan langsung dari dalam lingkaran Istana.
Tanda Persahabatan
Prabowo dan Rocky Gerung sahabat lama. Hubungannya dengan Prabowo Subianto berakar dari relasi pertemanan dalam diskusi intelektual dan kenalan lama.
Penyataan terakhir Rocky Gerung tentang Prabowo dimaksud antara lain mengenai arah kebijakan ekonomi dan politik Presiden Prabowo Subianto yang diakuinya berakar pada argumen konstitusi dan landasan ideologis yang kuat.
Sebagai seorang akademisi filsafat politik Rocky juga menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Prabowo memiliki dasar pemikiran yang runut, alih-alih sekadar langkah pragmatis.**