Rahasia-Rahasia Ali Murtopo

foto

Foto : Istimewa

Ali Murtopo tokoh Orde Baru kepercayaan Presiden Suharto.

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

MEMULAI karir sebagai soldadu Belanda, Ali Murtopo lahir di Blora 23 September 1934. Ia adalah simpul penting daripada Soeharto dan politik Orde Baru. Ali Murtopo Itu spesialis intel akhli strategis juga politikus ulung

Ali Murtopo membuka jalan bagi naiknya Soeharto ke puncak tahta negara dan berkuasa sepanjang lebih dari tiga dekade. Ketika sedang menggadang-gadang Soeharto agar menjadi presiden, Ali Murtopo mendekati tokoh-tokoh pemuda dan mahasiswa yang sedang gencar demo ingin melengserkan Bung Karno dari kursi presiden.

Di antara mereka yang didekati itu adalah:
- Cosmas Batubara, ketua presidium KAMI dan Ketum PMKR
- Akbar Tanjung
- Yusuf dan Sofyan Wanandi
- Abdul Ghafur
- So Hok Gie
- Zamroni dll

Ali Murtopo sering membawa mereka dari kejaran pendukung Sukarno, bersembunyi di markas Kostrad pendukung Sukarno. Bersama mereka juga Ali Murtopo mendirikan lembaga kajian yang diberi nama CSIS (Centre for Strategic and Interpersonal Studies ( CSIS) atau Pusat Studi Strategis dan Internasional dan lembaga think tank.

Ali Murtopo menghadirkan prasa demokrasi pada saat gerakan antiotoritarianisme Bung Karno sedang sedang gencar menghilangkannya. Dan pada realitanya gerakan mahasiswa itu yang mendorong lahirnya Surat Perintah 11 Maret (Super Semar) yang merupakan tiket Soeharto naik tahta.

Sebagai imbal jasa, Ali Murtopo dan karibnya Sudjono Humardani diangkat menjadi Asisten Pribadi daripada Soeharto. Ali Murtopo bahkan tahun 1978 diangkat menjadi Menteri Penerangan.

Tahun 1983 Ali melepas jabatan itu kepada Harun Mohammad Kohar alias Harmoko. Ali sendri diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung bersama jendral Mohammad Yusuf.

Jabatan Itu tidak disenangi Ali Murtopo karena dipandang sebagai tempat pembuangan bagi pejabat yang tersingkir. Tahun 1984 maut pula yang mengakhiri panggung Ali Murtopo dari tengah sinetron kekuasaan. Ia terkena serangan jantung yang merenggutnya ketika sedang berada di kantor DPA jalan Veteran III NO 2.

Setelah itu, tamat pula peran kepala Opsus, jago kasak kusuk dan adu domba. Semua orang ada waktunya setiap waktu ada orangya.

Rahasia rahasia Ali Murtopo dikupas habis dalam majalah Tempo edisi 23 Oktober 2013. Edisi Itu memuat wajah Ali sebagai cover dan mengungkapkan rahasia-rahasia Ali Murtopo.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Gubernur Bukan Raja: Uji Negara Hukum dalam Dugaan Kasus Wabup Sumedang
Haji Politik
Nelayan Kita Mestinya Berjaya di Lautan
Nahdlatul Ulama Terbesar di Dunia
Bung Karno: Liberalisme dan Neoliberalisme itu Kolonialisme dan Imperialisme Gaya Baru