Tasikmalaya Dingin Gegara Angin Munson dari Australia

foto

Ilustrasi/istimewa

Ilustrasi kedinginan

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

KAMIS 9 September 2026 lalu, ustaz K.H. Engkos Kosasih, M.Pd., memposting sebuah kalimat pendek, "Tasik dingin!".

Ternyata postingan yang sama datang dari sejumlah orang dari beberapa tempat. Dari Sukaratu Kecamatan Cisayong, Parungponteng, Jatiwaras Kecamatan Sukaraja, Tonjong Kecamatan Jamanis, Denuh Kecamatan Cinta bodas. Daerah-daerah itu sama, katanya sedang dilanda udara dingin.

Ternyata pula kabar sare ngahodhod itu terjadi juga di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Menurut BMKG (Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika) musim dingin itu fenomena alam yang sedang terjadi di Indonesia terutama Jawa bagian Selatan. Di Tasikmalaya misalnya suhu udara di malam hari turun sampai 17,6 derajat Celcius dari keadaan normal 21-23 derajat Celcius

Masih kata BMKG, ini sedang musim kemarau yang panjang. Masyarakat di tatar Sunda punya pegangan tentang cuaca itu. Kalau sudah masuk bulan yang berakhoran ber-ber, seperti September, Oktober, November, dan Desemberm Itu tandanya sudah masuk musim hujan. Tapi kalau memasuki Maret, ret  saja hujan itu berhenti dan musim berganti jadi musim kemarau alias musim angin barat.

Dalam ilmu cuaca katanya sudah biasa dari Juli sampai Agustus bertiup angin kering namanya Munson dari daratan Australia menuju Indonesia dan Jawa bagian Selatan Di Wonosobo yang berada di kaki pegunungan Dieng, petani tembakau juga nyaris membeku kedinginan. Angin kering yang bertiup kencang itu tanpa membawa susupan awan.

Panas buni yang terjadi siang hari melesat ke atmosfer berubah menjadi dingin di malam hari antara pukul 01.00-04.30 bahkan sampai pukul 07.00 pagi.

Di Indonesia nusum dingin (disebut musim angin barat) itu biasanya berakhir bulan Agustus dan selanjutnya masuk musim hujan pada September sampai Desember yang bermuatan awan dan menurunkan udara normal antara 21-23 derajat Celcius.

Apa yang harus dilakukan terutama untuk menghindar dehidrasi atau kekurangan cairan, dari beberapa refernsi ada anjuran:
Pertama pake baju tebal,jaket atau jas,
Kedua hindari minuman dingin. Hindari kafein teh kental dan alkohol
Ketiga minum air hangat,teh jahe hangat dan tetap beraktivitas. Jangan minum terlalu banyak 2 jam menjelang tidur.

BMKG memprediksi musim hujan yang bermuatan awan akan turun akhir September ini. Mudah-mudahan ya ustaz dan semuanya yang sekarang masih ngahodhod.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Represi Politik Itu...
Ketika Menteri "Cowboy" Dicopot
Hujah Kyai Mempertahankan Eksistensi Pondok Pesantren
Jejak Sepatu Lars Dalam Perjalanan Sejarah Indonesia
Sarwo Edhi Wibowo, Pejuang yang Terbuang