Jelang 2029, Mesin Diesel Parpol Mulai Dipanaskan

Ilustrasi
Ilustrasi piplres 2029, masih lama tapi mulai dipanaskan.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
MASIH tiga tahun lagi diadakan kembali Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres)lu dan pilpres, tepoatnya tahun 2029. Tapi bagi aktivis partai politik (parpol) susdah tampak dinamikanya bahkan bisa dibilang mulai berdenyut dan menggeliat
Partai Gerindra dalam Konferensi Luar Biasa (KLB) Februari 2025 telah bulat meminta agar Prsbowo Subianto maju lagi sebagai capres untuk periode 2029=2034. Prabowo sendiri tak merespon berlebihan, sepertinya masih malu-malu meong. Lalu berdalih, kalau kinerjanya dinilai bagus akan maju lagi untuk dua periode.
Yang sigap adalah beberapa lembaga survei. Mereka mulai bekerja mrnelusuri nurani dan pendapat publik.:
- Poltraking Indonesia yang dirilis September 2026 tentang kinerja Presiden Prabowo-Gibran (Pragib) menyebut ada 64,8% yang puas, 40,9, % tidak puas dan 4,3% tidak tahu. Nilai positif: dari kinerja Pragib adalah bansos tepat waktu.
- Parameter Politik Indonesia 65,4% puas,32,5% tidak puas dan 3,1 TT (tidak tahu).
- Adidaya institute, 60,3% puas, 36,2% tidak puas dan 3,5% tidak tahu,
- Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut Zero Satisfied (tidak ada angka kepuasan masyarakat terhadap 2 tahun kinerja Presiden ke 8 itu.Secara rata rata angka kepuasan publik ada pada kisaran 55-65%.
Tiba-tiba rekan Cecep Juhanda menyanyikan lagu, "Maju tak gentar membela yang bayar...", plesetan dari lagu maju tak gentar membela yang benar ciptaan Cornel Simajuntak masa revolusi fisik melawan sekutu tahun 1945.
Dinamika politik memang mulai menggeliat. Bak mesin diesel, parpol mulai memanskan mesinnya. Diesel memang kudu ancang-ancang sejak dini, sebab semakin dini dipanaskan akan semakin besar tenaganya dan pada saatnya akan melesat.
Itulah harapan aktivis parpol dan juga para elite politik. Jelas terbaca, sebab jika sejak dini dukung "junjunannya" dan sukses, ia akan "kecipratan berkah", jikapun tidak duduk di kursi legislatuf, atau menjadi menteri, yahhh... minimal komisaris BUMN atau kepala badan.
Ada mencuat kepermukaan sejumlah nama yang digadang-gadang memiliki kans untuk berkompetisi dengan jumlah pendukung yang sugnifikan. di antaranya:
- Prsbowo Subianto (petahana)
- Gibran Raka Buminng Raka (pertahana naik jadi capres)
- KDM (Kang Dedi Mulyadi).
- Anies Baswedan
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
- Puan Maharani.
- Bahlil Lahadalia.
Yang pasti, kendati 2029 masih lama menurut rakyat, dimata aktivis parpol tiga tahun sudah di depan mata. Makanya ancang-ancang "cari muka" jual tokoh jagoannya agar elektabilitasnya semakinmeningkat. Caranya, yaitu tadi dianggap mesin diesel, harus dipanaskan dari mulai sekarang agar nanti jelang hari "H" melesat.
Tapi jangan dulu ngegas lo, apalagi mau kenceng-kenceng sebab bisa-bisa remnya blong hasilnya bisa zonk.**