Piala Dunia 2026:
Norwegia Berjaya, Brasil Menggigil, Inggris Singkirkan Tuan Rumah Meksiko

Foto: @HQpcrt-X
Duel Erling Haaland dan Gabriel Magalhaes dalam laga Brasil vs Norwegia, babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin 6 Juli 2026.
Catatan IMAM WAHYUDI
TUAN Rumah Meksiko dipaksa menangis di hadapan para pendukungnya yang memenuhi tribun Stadion Mexico City. Meski melawan 10 pemain Inggris, timnas "tiga warna" itu menyerah 2-3 (1-2) yang memupus ambisi laju ke perempatfinal Piala Dunia 2026.
Meksiko menyusul Kanada sebagai negara tuan rumah yang tersingkir dari pentas sepak bola dunia kini. Menyisakan Amerika Serikat yang harus lebih dulu menghadapi Belgia, Selasa esok.
Sementara itu, skuad Inggris ditantang timnas Norwegia di Miami, Minggu akhir pekan nanti. Penyerang andalan, Erling Haaland mewarnai dominasi Norwegia yang tetap bertaji. Menghentikan laju timnas unggulan Brasil 2-1 (0-0).
Dua gol penyerang utama klub Liga Inggris, Manchester City itu membungkam Neymar Jr. dkk. Haaland menyamai raihan Leonel Messi (Argentina) dan Kylian Mbappe (Prancis) dengan total tujuh gol. Berduet dengan sayap kiri, Schjelderup -- pemain berpenampilan flamboyan, nyaris tak susah payah memborong dua gol. Hampir 80 menit laga tanpa gol, Haaland mencetak gol menit-79 dan 90.
Timnas Brasil bagai terlambat siuman, menyusul gol Neymar dari titik penalti. Mirip gol hiburan, justru terjadi pada injury time waktu normal menit 90+10. Empat menit sebelumnya, lebih dulu diganjar kartu kuning. Sepertinya, gol itu yang terakhir, menyusul deklarasi Neymar pensiun dari pentas sepakbola.
Kemenangan timnas Norwegia itu bukan lagi sebagai kejutan. Brasil pun menggigil. Meski sebelum laga di Stadion New Jersey, Senin subuh WIB -- Brasil unggul ranking-6 dunia, dibanding Norwegia di urutan 30. Justru Norwegia melanjutkan dominasi tak terkalahkan dalam empat laga, sejak 1998. Di Piala Dunia Paris itu, Norwegia menang 2-1. Satu lainnya dalam tiga tanding persahabatan, dengan satu kemenangan dan dua kali hasil seri.
Prestasi dan reputasi timnas Brasil tak cukup mewarnai, saat menghadapi "hantu kekalahan" Norwegia. Selalu lolos ke putaran Piala Dunia, Brasil pun pemegang rekor juara hingga lima kali. Pada Piala Dunia 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002.
Sebaliknya, Norwegia cuma tiga kali ikut putaran final turnamen se-jagat. Raihan terbaik sebelumnya, lolos "16 besar" pada 1938 dan 1998 -- keduanya di Paris. Kali ini, bahkab mampu melewati babak itu dan lolos ke perempatfinal.
Inggris vs Meksiko
Harry Kane dkk tampil dalam tekanan tinggi yang diperagakan tuan rumah Meksiko. Bahkan sepanjang 45 terakhir, ketika harus bermain 10 orang untuk pertahankan keunggulan. Sang kapten, Kane lugas, tak memaksakan gol darinya. Malah memerankan gelandang serang, Bellington yang juga bermain di klab Real Madrid (Spanyol). Umpan Kane pula yang menghasilkan gol oleh Bellington. Timnas Inggris memimpin 2-0.
Dua gol Bellington melesak ke gawang Becker, terjadi hanya dalam tempo dua menit. Pada menit-36 dan 38. Gol pertama diawali Saka yang agresif, mengumpan Kane dan lanjut ke arah Bellington. Berikutnya, Kane kembali umpan matang untuk gol kedua. Timnas Meksiko pun tersengat dan gol cantik Julian menit-42, mendekatkan jarak ketertinggalan.
Timnas Inggris unjuk berjaya di hadapan para pendukung tuanrumah Meksiko. Memanfaatkan lawan yang berkurang pemain, Meksiko merangsek pertahanan lawan. Pemain bertahan, Jarell Quansah diganjar kartu merah -- setelah monitor VAR menit-54.
Timnas Meksiko agresif dan cenderung emosional selama 30 menit terakhir waktu normal. Barisan "three lions" dipaksa pontang panting di area pertahanan. Kiper Pinkford pun harus jatuh bangun mementahkan tendangan bertubi penyerang Meksiko.
Bahkan Inggris berbalik unggul 3-1, menyusul eksekusi penalti Kane menit-60. Tendangan penalti juga diberikan ke tim tuanrumah. Eksekusi Jimenez menit-69, setelah pengamatan VAR -- pelanggaran Kane di kotak penalti. Eksekusi Jimenez menipiskan jarak skor 2-3.
Timnas Inggris dalam posisi kewalahan dan menjadi bulan-bulanan Edson Alvarez, kapten Meksiko yang memimpin serangan. Pelatih Thomas Tuchel menarik Harry Kane. Digantikan gelandang Rogers, perkuat barisan pertahanan. Sejumlah kartu kuning, praktis dikeluarkan dalam laga krusial ini.
Sebelas menit waktu tambahan yang mendebarkan. Lagi, kurang jumlah pemain -- timnas Inggris mampu mengamankan keunggulan 3-2 dan menang. Sejumlah pemain dan pendukung tuanrumah tertunduk lesu hingga tersingkir.**