Mahfud MD yang NU, Pajak itu Menggemukkan Koruptor

Foto : Istimewa
Mahfid MD yang NU
Oleh DEDI ASIKIN
(Warawan Senior)
MENJELANG Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ada heureuy dari Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama, Yahya Kholil Staquf untuk menghilangkan keraguan warga NU tentang pencalonan mantan ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus mantan Menko Polhukam, katanya, " Mahfud MD itu NU..."
Pernyataan yang canda itu menegaskan bahwasanya NU mendukung pencalonan Mahfud MD sebagai calon Wakil Presiden (Wapres) pada Pilpres 2024.
Laki-laki kesayangan Presiden ke 4. KH. Abdurachman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur itu memang NU kultural meles tak ada bengkok sedikitpun. Ia lahir dari keluarga NU Madura yang alamiah. Ia juga besar dan membesarkan diri dalam lingkungan Nahdiyin.
Konon (wallahualam) ia hampir pingsan ketika Gus Dur minta Mahfud MD menjadi Menteri Pertahanan. Namun Mahfud MD awaknya menolak, sebab dia bilang tidak punya latar belakang soal pertahanan.
Tapi Gus Dur langsung menepis anggapan Mahfud, ia bilang, "Saya juga tidak sekolah presiden pasti bisa. Gitu aja repot". Dan akhirnya Mahfiud MD menerima dan dilantik menjadi Menteri Pertahanan.
Belakangan Mahfud MD yang NU itu muncul dengan wacana buat apa bayar pajak kalau koruptor dibiarin. Seraya bilang NU bisa ngeluarin fatwa "Stop bayar pajak!".
Loh loh bahaya itu Menteri Keuangan Purbya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan pasti dag-dig-dug. Kagak tahu presiden Prabowo Subianto. Sebab kalau tidak bayar pajak, Rhoma Irama bilang,"Terlalu...!"
Target penerimaan pajak dalam APBN 2026 adalah Rp2.357,7 triliun atau sekitar 72 ,%.Pada. semester I baru masuk Rp1.037,5, triliun atau setara 43%. Penerimaan dari nonpajak (PNBP) ditarget Rp456,7 triliun. Sementara deviden dari BUMN sekarang tidak masuk ke kas negara melainkan ke PT Danantara.
Melihat anatomi APBN seperti itu wacana yang ditebar Mahfud MD yang NU jangan dianggap sepele. Siapa tahu main-main jadi sungguhan. Pemerintah harus siap siaga. Kata peribahaa Sunda, sing carincing pageuh kancing, sing caringcet pageuh iket. Sedia payung sebelum hujan.**
